Tampilkan postingan dengan label satu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label satu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 Desember 2013
Galaxy S4 Meledak Satu Ruangan di Hongkong Hangus Terbakar
Punya gadget atau ponsel canggih sepertinya saat ini tidak memberikan keamanan bagi si pemiliknya salah satunya adalah yang baru terjadi di Hong Kong karena Galaxy S4 milik seorang pria meledak satu ruangan di rumahnya hangus terbakar.
Kemajuan teknologi ponsel pintar saat ini memang luar biasa namun jika berbicara masalah keamanan dari ponsel tersebut sepertinya masih sangat kurang, sebelumnya ada seorang wanita cantik tewas gara gara iphone miliknya, sebelumnya lagi paha wanita cantik bolong gara gara samsung Galaxy S4 nya meledak di dalam celana.
Nah ini yang baru terjadi pada sebuah Galaxy S4 yang meledak di rumah yang berhasil membakar satu ruangan rumah di Hongkong.
Kejadian ini terjadi ketika pemilik ponsel bernama Du asik memainkan game yang ada di Galaxy S4, tiba tiba baterai Galaxy S4 miliknya meledak yang membuat du kaget ia pun kemudian melemparkan ponsel yang terbakar ke salah satu sudut ruangan rumahnya, akibatnya api yang berasal dari ponsel tadi terus merambat ke ruangan lainnya dan menghanguskan seluruh ruangan.
Hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut bagaimana ponsel pintar Samsung Galaxy S4 milik Du bisa meledak. Namun berdasarkan keterangan dari Du, dirinya mengakui bahwa ponsel, baterai, dan charger yang ia gunakan semunya asli pabrikan Samsung.
sumber
Minggu, 15 Desember 2013
Gas Sulfur Salah Satu Tanda Keberadaan Alien
Molekul gas sulfur atau belerang bisa menjadi penanda adanya alien atau setidaknya kehidupan mikro. Demikian diungkapkan Renyu Hu, pelajar doktoral Ilmu Keplanetan di MIT, dalam American Astronomy Society Meeting di Boston. Pendapat tersebut didasari fakta adanya kehidupan berbasis sulfur di Bumi.

Diketahui, banyak mikroba memakai senyawa sulfur untuk menghasilkan energi, persis seperti cara manusia menghasilkan energi dengan bantuan oksigen.
Hu membuat simulasi guna meyakinkan orang terhadap pendapatnya. Ia membuat sebuah model planet yang berada di zona layak huni di sistem bintang mirip Matahari. Planet itu kaya nitrogen seperti Bumi, tetapi memiliki kandungan sulfur 1.000 kali lebih besar dari Bumi.
Menurut Hu, kehidupan berbasis sulfur di permukaan planet mengeluarkan sisa gas hidrogen sulfida (H2S). "Hidrogen sulfida dari permukaan punya dampak besar pada komposisi atmosfer suatu planet," kata Hu seperti dikutip Physorg.
Jika atmosfer suatu planet memiliki kadar H2S yang tinggi, maka bisa jadi planet tersebut memiliki kehidupan. H2S memang sulit dideteksi oleh astronom. Namun, H2S berlebih menyebabkan banyaknya sulfur aerosol yang bisa dideteksi dengan inframerah atau cahaya tampak.
Meski pendapat Hu masuk akal, fakta membuktikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan planet ekstra surya (di luar tata surya) yang berpenghuni di sistem bintang yang mirip dengan Matahari. Dengan demikian, pendapat Hu masih perlu dikaji.
Hu sendiri memperingatkan bahwa sulfur belum tentu menjadi tanda kehidupan. Bisa saja sulfur tersebut adalah hasil dari aktivitas vulkanik di planet tertentu. "Kami masih harus mengkaji asumsi ini secara menyeluruh," kata Hu.
Menurut Hu, H2S juga bukan satu-satunya gas yang bisa menjadi tanda kehidupan. "Kami ingin melihat sebanyak mungkin gas yang ada di atmosfer Bumi dan mengkaji apakah gas itu bisa menjadi penanda kehidupan," urai Hu. Hu melakukan eksperimennya kali ini bersama rekannya, Sara Seager dan William Baines.
Sumber :
kompas.com
ReadFull Article ..
Diketahui, banyak mikroba memakai senyawa sulfur untuk menghasilkan energi, persis seperti cara manusia menghasilkan energi dengan bantuan oksigen.
Hu membuat simulasi guna meyakinkan orang terhadap pendapatnya. Ia membuat sebuah model planet yang berada di zona layak huni di sistem bintang mirip Matahari. Planet itu kaya nitrogen seperti Bumi, tetapi memiliki kandungan sulfur 1.000 kali lebih besar dari Bumi.
Menurut Hu, kehidupan berbasis sulfur di permukaan planet mengeluarkan sisa gas hidrogen sulfida (H2S). "Hidrogen sulfida dari permukaan punya dampak besar pada komposisi atmosfer suatu planet," kata Hu seperti dikutip Physorg.
Jika atmosfer suatu planet memiliki kadar H2S yang tinggi, maka bisa jadi planet tersebut memiliki kehidupan. H2S memang sulit dideteksi oleh astronom. Namun, H2S berlebih menyebabkan banyaknya sulfur aerosol yang bisa dideteksi dengan inframerah atau cahaya tampak.
Meski pendapat Hu masuk akal, fakta membuktikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan planet ekstra surya (di luar tata surya) yang berpenghuni di sistem bintang yang mirip dengan Matahari. Dengan demikian, pendapat Hu masih perlu dikaji.
Hu sendiri memperingatkan bahwa sulfur belum tentu menjadi tanda kehidupan. Bisa saja sulfur tersebut adalah hasil dari aktivitas vulkanik di planet tertentu. "Kami masih harus mengkaji asumsi ini secara menyeluruh," kata Hu.
Menurut Hu, H2S juga bukan satu-satunya gas yang bisa menjadi tanda kehidupan. "Kami ingin melihat sebanyak mungkin gas yang ada di atmosfer Bumi dan mengkaji apakah gas itu bisa menjadi penanda kehidupan," urai Hu. Hu melakukan eksperimennya kali ini bersama rekannya, Sara Seager dan William Baines.
Sumber :
kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)