Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Desember 2013
Cerpen cinta Terlarang
Cerpen cinta terlarang ini merupakan kiriman cerpen ke dua dari Rika Itho Manalu
Mungkinkah Kita Bersatu ?????
under: Cerpen Cinta, cerpen remaja

Rika Itho Manalu
E-mail : Rikaithomanaluxiipasatu@yahoo.com
ReadFull Article ..
Mungkinkah Kita Bersatu ?????
under: Cerpen Cinta, cerpen remaja

“Horeee ……...!!!!!!!”
“Aku dapet surat dari Evan” teriakku dengan girang.
Dengan hati yang berbunga-bunga, aku memeluk surat itu. Surat yang aku terima dari seorang pangeran tampan yang aku kagumi. Ya, saat ini aku merasa mendapat rejeki nomplok. Kayak dapet uang 1 Miliyar Dollar. Akulah orang yang paling bahagia di muka bumi ini. Karena apa????? Karena, Evan seorang cowok yang aku idam-idamkan telah memberi sinyal-sinyal cinta kepadaku. Ia memberikan sebuah surat yang telah aku tunggu-tunggu. Surat yang menandakan jikalau Evan mempunyai perasaan yang sama kepadaku. Lebih tepatnya,aku dan Evan sedang jatuh cinta.Ternyata dewa dan dewi amor di kayangan telah melepaskan busur panahnya,dan jatuh tepat di jantung hati kami. Jantung hatiku dan Evan.
Evan adalah seorang lelaki muda dan tampan yang selama 6 bulan terakhir ini mengisi hari-hariku yang suram. Sebelumnya, aku tak percaya dengan yang namanya lelaki. Hal itulah yang membuat aku susah untuk berteman dengan lelaki. Bagiku, lelaki itu bagaikan sebuah mobil tronton yang menggilas tubuhku hingga seluruh hati dan tubuhku yang mungil ini hancur berkeping-keping. Mereka seperti seorang anak yang sedang asyik bermain-main dengan mainan kesayangannya, lalu setelah mereka bosan. Mereka akan mencampakkan dan membuang mainan itu. Ya, itulah para lelaki yang bermulut manis dan berwajah malaikat yang meutupi segala akal busuknya dengan janji-janji palsu dan bualan-bualan manis yang mereka lontarkan dari mulut buaya mereka.
Mereka hanya ada disaat senang, tapi dikala susah dan saat aku membutuhkan bantuan mereka untuk mengahadapi segala macam persoalan, mereka mencampakanku dan tak peduli dengan diriku. Mereka memalingkan wajah manis mereka. Mereka tak peduli dengan hatiku yang menangis. Walaupun, aku menjerit dan meronta-ronta meminta tangan mereka untuk sekedar menopang tubuh yang tak lagi berdaya ini. Mereka seakan – akan tak mengenalku. Menganggapku sebagai seorang pengemis yang butuh belas kasihan mereka. Mereka sama sekali tak punya hati.
Mereka hanya ingin materi dan harta duniawi yang aku miliki. Karena aku termasuk orang yang beruntung yang mendapat anugerah indah dari Tuhan yaitu keluarga bahagia dan harmonis yang cukup berada. Ayahku seorang konglomerat yang memiliki banyak perusahaan-perusahaan yang tersebar di berbagai daerah, rumah – rumah besar di berbagai kawasan perumahan elit, saham-saham besar, dan masih banyak lagi aset-aset berharga lainnya. Dan sama halnya, ibuku pun seorang wanita yang mempunyai beberapa butik-butik besar serta restoran-restoran Cina. Ditambah dengan aku seorang anak tunggal dikeluargaku. Jadi, tanggungan biaya untukku tak terlalu besar. Tapi, walaupun aku seorang diri aku tak manja dan berhura-hura dengan uang hasil jerih payah kedua orang tuaku.
Hidupku tak terlalu bahagia dengan apa yang aku miliki sekarang, karena aku risih menyandang nama besar pemberian orang tuaku. Dina Putri Haditama. Ya, itulah namaku. Dan Haditama sebagai nama besar yang cukup dikenal oleh masyarakat luas. Jadi, tak heran jika aku gampang mempunyai banyak teman disekolah, walaupun aku termasuk murid baru di SMA PELITA HATI. Itulah nama lembaga pendidikan, tempat aku menuntut ilmu sebelum akhirnya pindah dari sana. Termasuk juga para guru yang sangat ramah kepadaku, apalagi Pak Silitonga yang terkenal sebagai guru disiplin terhadap apapun. Guru “killer” adalah julukan yang diberi para siswa kepada Pak Silitonga. Aku pun heran dengan sikap Pak Silitonga yang sangat baik padaku, padahal dia paling anti dengan namanya murid baru. Mereka semua manis, baik, ramah setiap aku bertemu dengan mereka. Sesekali, mereka menitipkan salam untuk orang tuaku, dengan harapan akan mendapatkan sedikit imbalan. Aku juga tak tahu, apakah semua temanku tulus berteman denganku??? Hal inilah, yang membuatku sering berpindah – pindah sekolah karena tekanan dari orang –orang disekeliingku. Hingga aku menetap dan bertahan disekolah SMA HARAPAN 01. Dan mempunyai 3 orang sahabat yang benar-benar tulus berteman denganku. Tuhan mengirimkan 3 malaikat indahnya. Indah dan Lisa. Merekalah yang selalu menemaniku disaat apapun. Hingga aku bertemu Evan yang juga tulus berteman denganku.
Ya, Evan. Evan adalah kakak kelasku. Dia satu sekolah denganku. Evan cukup terkenal disekolah karena prestasinya, selain itu juga dia merangkap jabatan menjadi Ketua OSIS dan ketua tim basket. Yang membuatnya kewalahan meladeni tingkah-tingkah aneh para gadis-gadis cantik dan centil disekolahku. Tak heran, ia juga menjadi murid kesayangan serta sekaligus andalan (lebih tepatnya maskot) disekolahku. Walaupun menerima segunung pujian dan senyum manis dari para guru maupun teman-teman, dia tak pernah sombong apalagi terlena. Dia tetap ramah dan baik hati. Hal inilah, yang membuat aku jatuh cinta dan membuatku menjadi orang gila yang suka senyam-senyum sendiri, saat aku membayangkan wajah nan mempesonanya. Aku pun tak tahu, sejak kapan aku dan Evan saling mengenal. Tapi yang ku tahu, Evanlah yang selalu mengisi hari-hariku dengan indah selain kedua sahabatku. Mengisi dan membuatku melupakan segala masalah yang ada. Tak jarang Evan sering bertandang kerumahku, hanya untuk sekedar belajar bersama atau meminjam buku-buku ku.
Aku dan evan mempunyai hobi yang sama yaitu membaca buku. Akupun tak segan untuk bercerita tentang keluargaku. Semua hal yang ada pada diriku, Evan tahu. Evan pun tak bosan-bosan mendengarkan curhatanku yang panjang lebar. Terkadang jika aku punya masalah, aku tak sungkan untuk bercerita, mengeluarkan seluruh uneg-unegku yang silih berganti datang menderuku. Dan Evan layaknya seorang psikolog yang mengerti keadaaan jiwaku, langsung menghiburku dan mencari jalan keluarnya. Dia bagaikan seorang sahabat sekaligus kakak bagiku. Aku sangat menyayanginya.
***
Pagi ini langit tampak cerah, bunga-bunga bermekaran seperti hatiku. Aku memetik setangkai bunga adenium ungu yang indah dan mendekatkan hidungku, harum mewangi yang aku rasakan. Matahari menampakkan wajahnya dan menyemburatkan sinarnya yang terang untuk menerangi dunia. Awan-awan menari beriringan. Burung-burung pun menyanyi dengan merdunya. Ya, hari ini sangat indah. Seindah hatiku.
Aku siap untuk melangkah pergi. Pergi untuk menuntut ilmu. Tak lupa aku mengenakan seragam dengan rapi dan wangi. Tas hijau muda yang aku beli dari Singapura, berada di punggungku. Berisi sejumlah alat-alat yang aku perlukan. Aku melangkah keluar, menuju transportasi yang biasa aku gunakan. Mobil Avanza berwarna silver.
***
“Pagi, Din!!! Duh, senengnya yang lagi jatuh cinta trus cintanya ketrima nih!!” tutur Indah saat aku duduk disebelahnya, lalu menaruh tasku.
“Ya, iyalah. Mana ada orang yang gak seneng, cintanya ditrima.” tuturku sambil senyam-senyum sendiri.
“Gimana, ada rencana ngggak nih mau ngelanjuti hubungan kalian?? Dari pacaran, tunangan, trus naik ke pelaminan, punya anak, cucu, cicit, trus matinya sama-sama. Sehidup semati. Kayak artis Widyawati dan Sophan Sopyan gitu. Hanya maut yang memisahkan mereka. Hahhaha”. Lisa tertawa lebar. Diikuti tawaku dan Indah.
“Ye……..ngacok kamu, Lis!!! Aku belum kepikiran kesitu, tau!!!!!! ” (padahal tiap detik aku berharap begitu. Wakakkakkk)
***
Tak lama, sesi belajar pun telah usai. Terdengar bunyi bel dari kantor guru. Sekejap, seluruh anak belari-lari sekencangnya menuju kantin. Ruangan tampak kosong. Tapi, ada juga yang menyempatkan waktunya pergi ke perpustakaan, atau sekedar bercanda tawa dikelas. Seperti halnya aku, Indah, dan Lisa. Kami hanya berbincang-bincang tentang kejadian yang baru aku alami (baru pacaran. Hehhe). Hingga, perbincangan kami terhenti karena ada seseorang yang datang dari arah pintu menuju tempatku berada. Evan. Pangeran tampanku.
“Hai, semua!! Btw, boleh pinjam Dinanya sebentar gak ??” tuturnya sopan.
“Boleh kok. Bawa aja. Dina kan milik kamu. Milikmu seutuhnya.” tutur Lisa dengan tertawa kecil.
“Ih…. Apaan sih” kataku dengan wajah memerah.
“He he he. Thnks ya” Lalu, Evan menarik tanganku dan mengajakku ke luar.
“Din, nanti rencananya aku mau mengajakmu ke rumahku. Bertemu orang tuaku. Mau nggak ?” Tanya Evan memulai pembicaraan.
Sambil menimbang-nimbang.” Hmmm…. Ok… deh.Aku mau bertemu dengan orang tuamu. Tapi, nanti kamu juga mau ya, ketemu orang tuaku ??” Pintaku.
“Sip… deh, sayangku.” tuturnya dengan mencubit pipiku. Lalu, Evan pergi meninggalkanku. Aku pun berlalu menuju kelas.
***
“Duh…. cantiknya. Beruntung sekali kamu, Evan mendapatkan nak Dina.” tutur ibu Ratmi. Ibundanya Evan.
“Ah… nggak, Bu. Aku biasa aja kok.” tuturku dengan malu, karena mendapat pujian dari calon mertuaku. (hehhe). Wajahku memerah bak kepiting rebus. Setelah berbincang-bincang agak lama, Bu Ratmi meninggalkanku dan Evan di ruang tamu.
“Ohya, Van. Mana adikmu. Kok dari tadi, aku nggak lihat??” tanyaku, mataku mencari-cari keberadaan Ana.
“Oh…Ana. Dia, tadi disuruh ibu ke warung beli gula.” jelas Evan.
Tak lama, Bu Ratmi datang menghampiri kami dengan membawa minuman serta camilan. Dan, tak terasa minuman dan camilan yang berada diatas meja, telah habis kami lahap. Dan berarti pula, aku harus pamit pulang ke rumahku. Aku sedih, karena harus berpisah dengan pujaan hatiku (padahal tiap hari ketemu disekolah. Hohhhoo).
***
“Evan, inget kan janjimu?” tanyaku menagih janjinya saat bertemu diparkiran sekolah.
“Janji???? Yang mana ??” Evan mengingat-ingat.
“Iih….tuh kan lupa. Gimana sihhh!!” rutukku manja pada Evan. Memukul-mukul bahunya yang kekar.
“Ha.ha..ha.. Nggak kok sayang. Masa sih aku lupa sama hari yang penting gitu. Kan mau ketemu calon mertuaku.” tawanya seraya membelai rambut hitamku.
Lalu, kami pergi dengan “bimo”. Motor yang selalu setia menemani Evan pergi. Kami pun, tiba setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh tapi mengasyikan (ya iyalah). Kami memasuki rumah yang cukup besar dan megah. Di ruang tamu ada sesosok wanita paruh baya yang tengah membaca majalah fashion.
“Mama aku pulang.” Duduk disamping mama. Dan memeluk serta mencium hangat pipinya.
“ Eh.. Dina. Kamu udah pulang. Ini siapa?? Pacar kamu ya??” Menunjuk Evan. Dan untuk kesekian kalinya, wajahku memerah.
“Ih…mama apaan sih. Hmm…emang sih. Ini pacarku, namanya Evan. kenalin, Ma!!!”
Evan mengulurkan tangannya dan mama pun menyambut hangat salam itu. Tapi, mama merasa kenal dengan wajah Evan. Sepertinya ia telah mengenal Evan sebelumnya. Mama seperti mengingat-ingat sesuatu.
“Ohya, Van. Aku ke kamar dulu ya. Mau ganti baju.” Aku pun meninggalkan Evan dan mama diruang tamu.
Mama merasakan sesuatu saat berada didekat Evan. Mama merasa dekat dan sangat rindu kepada Evan. Saat mama mempersilahkan Evan untuk minum yang dibuat oleh Bi Iyem, tak sengaja gelas yang berisi sirup itu tumpah dan membasahi seluruh baju Evan. Dengan sigap, Evan langsung membersihkan kotoran yang ada dibajunya. Dia menyisingkan lengan bajunya hingga terlihat suatu tanda. Tanda lahir hitam dan besar tepat di lengan kananya. Mama terkejut. Sepertinya ia mengenal tanda itu. Itu. Itu tanda lahir Romi. Romi anakku. Anak yang selama ini aku cari. Anak yang aku tunggu –tunggu kehadirannya. Mereka sangat rindu dengan Romi. Akhhh…apakah benar itu Romi??? Gumam mama. Hati mama bertanya-tanya.
***
“Din, mama boleh masuk nggak?” Tanya mama, mengetuk pintu kamarku.
“Masuk aja, Ma” tuturku mempersilahkan mama masuk. Mama pun masuk dan duduk di sampingku.
“Din, mama mau nanya. Kamu masih ingat kan sama Romi. Kakakmu yang selama ini kita cari-cari?”
“Ya, ingetlah Ma. Emangnya, mama ketemu ya sama kakak. Dimana ma??” Tanyaku dengan penasaran.
“Din, Evan itu kakakmu. Dia Romi. Tadi mama lihat tanda lahirnya dan sama persis dengan tanda lahir kakakmu. Mama yakin itu Romi. Karena naluri seorang ibu tak bisa dibohongi.”
“Nggak mungkin ma. Mama salah. Pasti salah. Ngggak mungkin. Romi bukan Evan dan Evan bukan Romi. Kan bisa kebetulan aja, tanda lahirnya mirip”.
Aku menangis. Aku shock dengan perkataan mama. Aku pun meneteskan air mata. Pipiku hangat. Ini tak mungkin. Jikalau benar Evan adalah Romi. Aku tak boleh lagi mencintainya sebagai seorang pacar. Aku menepis perasaan ini jauh-jauh.
“Din, coba kamu tanya sama Evan. Apakah ia benar anak kandungnya dari orang tuanya sekarang.?”
Aku terdiam mendengar perkataan mama.
“Ya, sudah. Mama tinggal dulu ya, kamu baik-baik. Mama harap kamu tahu yang terbaik bagi kita semua.”
Mama pun pergi meninggalkan ku sendirian. Aku mematung. Diam seribu bahasa. Hari itu, aku tak bisa tidur karena memikirkan perkataan mama. Aku tak sabar menanti hari esok. Langit pun kelam seperti hatiku yang kelam. Pikiranku kacau.
Saat pulang sekolah. Aku langsung berlari menuju Ruang OSIS. Aku tak menghiraukan panggilan kedua sahabatku. Disana aku menemui Evan yang sedang merapikan meja rapat. Karena baru selesai rapat.
“Van, aku mau bicara sama kamu” Wajahku sangat serius. Aku duduk disampingnya.
“Hei, sayang. Mau bicara apa? Kayaknya penting banget.”
“Van, ini sangat penting bagiku. Aku mau kamu jawab yang jujur. Apakah kamu anak kandung dari orang tuamu sekarang?”
Evan terdiam. Dia mendesah. Nafasnya yang hangat bisa aku rasaakan.
“Ya, aku bukan anak kandung dari orang tuaku. Aku hanyalah anak yang ditemukan di pinggir sungai. Dulu ada sebuah kecelakaan. Nah, aku ditemukan disana dengan selamat. Ibu mengambilku saat kejadian itu” Evan menitikkan air mata menceritakan kejadian yang silam.
“Karena ibu belum mempunyai anak, maka ibu merawatku dan mengangkatku menjadi anaknya. Aku merasaakan kasih sayang yang diberikan ibu. Walaupun mereka bukan orang tua kandungku, aku sangat menyayangi mereka.” lanjutnya.
“Jadi, kamu anak angkat mereka. Jadi….jadi…..ja” Aku tak sempat melanjutkan ucapanku. Brukkk!! Tubuhku jatuh. Aku tak sadarkan diri. Aku tak ingat apa-apa lagi.
***
“Din, bangun Din………” Mama membangunkan aku. Aku berada dikamarku. Evan mengantarkanku saat aku pingsan tadi. Evan berada disampingku. Matanya yang bulat menyemburatkan kecemasan.
“Mama…..!!! Evan……!!!! Aku kenapa??” tanyaku.
“Tadi kamu pingsan, Din. Kamu nggak papa kan ?” jelas mama dengan nada khawatir. Mataku memandangi wajah Evan dengan penuh kesedihan. Aku ingat mengapa aku pingsan tadi.
“Evan. Kamu tahu sebab aku pingsan?” Evan menggelengkan kepalanya.
“Aku pingsan karena mendengar cerita kamu tadi. Cerita itu menandakan bahwa kamu adalah kakakku yang selama ini aku cari. Kamu Kak Romi. Kakaku yang hilang dalam kecelakaan silam. Dan ditemukan oleh Bu Ratmi. Ibu angkatmu.” tutur ku dengan panjang lebar.
“Din, nggak usah bercanda deh!!!! “ tawanya.
“ Van, aku nggak bohong. Aku serius. Lebih Baik kamu lihat foto-foto ini.”. Aku mengambil album foto keluargaku. Album yang berisi kenangan-kenanagan manis saat kami masih kecil. Aku memberinya pada Evan. Evan membukanya dan memandangi satu per satu foto yang ada.
“ Apa ??? Nggak mungkin! Ini pasti salah. Kalau aku kakakmu. Jadi kamu adikku. Jadi kita kakak-adik. Dan ini mamaku. Nggak. Ini pasti salah. Nggak mungkin” Evan menangis. Ia tak dapat membendung lagi air matanya yang terkumpul di pelupuk matanya.
“Van, inilah kenyataan. Selama ini mama mencari kamu. Sudah bertahun-tahun mama mencari kamu. Mama sangat rindu dengan kamu. Apa kamu tidak rindu sama mama??” tangis mama pecah. Mama memeluk Evan dengan erat. Haru-biru memenuhi suasana.
“Kak, aku juga rindu denganmu. Aku selalu memohon pada Tuhan agar aku dipertemukan denganmu. Setiap hari aku menunggu kehadiranmu. Memang keadaan dan waktu yang tak tepat memertemukan kita. Tapi aku senang, Kak. Kakak harus trima kenyataan ini. Ini takdir dari Tuhan. Aku sudah terima kenyataan ini. Kalau kita saudara yang tak mungkin saling memadu kasih.”
“Jadi, aku memutuskan hubungan kita yang singkat ini. Sekarang kakak adalah Kak Romi. Kakak ku…” Aku menangis. Hatiku sakit sekali menerima kenyataan ini. Kenyataan yang pahit, tapi lepas dari itu semua muncul secuil kebahagiaan. Kebahagian yang tak bisa terganti oleh apapun.
***
Akhirnya, keluaragaku telah sempurna. Lengkaplah kebahagiaanku. Evan datang membawa secuil kebahagiaan. Sekarang, ia menjadi seorang kakak yang selalu melindungiku. Evan telah berganti nama menjadi Romi. Nama kecilnya. Kami menjadi satu keluarga yang utuh dan harmonis. Aku dan Kak Romi menjalani hari-hari kami dengan bahagia. Walaupu aku tahu, ada seberkas rasa pahit yang menyelimuti hati kami. Rasa yang tak bisa kami hilangkan. Terkadang saat aku sedang berada disamping Kak Romi, timbul rasa yang dulu sempat mewarnai hari-hariku. Tapi aku langsung menepis perasaan itu. Dan membuangnya jauh-jauh. Rasa yang tak mungkin lagi aku ungkapkan. Aku memendam dan mengubur rasa itu. Aku pun berusaha sekuat tenaga menutupi rasa aneh yang kerap timbul kembali saat aku menatap matanya dengan lekat. Kak romi pun sama halnya denganku. Ia juga terlihat tegar walaupun hatinya hancur berkeping-keping. Hancur menerima kenyataan.
“Kak, kok belum punya pacar sihh..???” tanyaku saat kami berada ditaman. Sedang duduk berdua memandangi bulan purnama yang memancarkan sinar. Hari itu malam yang indah. Tampak bintang-bintang berkumpul dan menyatu padu membentuk rasi bintang.
“ Padahal kakak kan banyak tuh yang naksir. Masa nggak ada yang nyangkut satu pun. Gimana sihh?? Jangan terlalu selektif lho, milihnya. Nanti jadi bujang tua. Kan aku malu, masa sih punya kakak bujang tua. Hahhaha” tawaku menyindir Kak Romi.
Kak Romi terdiam. Matanya menerawang.
“Aku belum punya pacar karena aku belum nemui seorang gadis imut, cantik, pintar, manja seperti kamu.” Kak Romi menoleh kepadaku. Aku tak sanggup menatap matanya.
“Kakak…” Aku terkejut mendengar perkataan Kak Romi. Jadi kakak masih menungguku. Aku pun sama dengannya. Andai….. waktu bisa ku putar, aku takkan mau kenal sama Kak Romi. Kak Romi hanya menjadi seorang kakak, nggak lebih. Aku ingin ada seorang pria yang lebih baik dan menjadi pacarku. Dan itu bukan lah Kak Romi.
“Ya… Dina, aku tak bisa melupakanmu. Sulit bagiku menganggapmu seorang adik bukan seorang kekasih. Itulah yang aku rasakan sekarang. Saat aku didekatmu, ingin sekali rasanya aku memelukmu, menciummu, memanjakanmu layaknya seorang kekasih bukan adik.”
“Apa kamu mau menerima kembali, aku menjadi pacarmu. Kita menjalani hubungan ini diam- diam dibelakang mama dan papa.” lanjutnya. Aku kaget mendengar permintaan Kak Romi sebuah harapan yang aku harapkan tapi tak mungkin untuk dilakukan.
“Kakak……aku. Aku…aku” Aku tak melanjutkan kata-kataku. Suaraku tercekat.
“Maaf……. aku… tak bisa.!!!!”
Kak Romi mengangkat wajahku yang tertunduk. Mendekatkan wajahnya. Dekat sekali. Nafasnya yang hangat bisa aku rasakan. Terlihat Kak Romi menyungingkan sebuah senyuman. Manis sekali.
“Baiklah kalau begitu. Keputusanmu sangat tepat” Kak Romi memegang rambutku.
Tangannya membelai halus rambutku. Dia mendekatkan wajahnya. Dia mencium keningku untuk yang terakhir kalinya. Karena setelah kejadian itu, Kak Romi memutuskan untuk pindah sekolah ke Bandung dan menetap disana. Alasannya karena ia ingin lebih memfokuskan sekolahnya. Tapi aku tahu, karena ia ingin menjauh dari kehidupanku. Melupakan segala kenangan indah antara aku dan dia. Tetapi, sesekali saat liburan tiba. Ia datang dan menyempatkan waktunya pulang ke rumah. Saat-saat itulah yang selalu aku rindukan. Mungkinkah kita bersatu kembali ???? Kakakku tercinta……….
=================================***===============================
Rika Itho Manalu
E-mail : Rikaithomanaluxiipasatu@yahoo.com
Sabtu, 23 November 2013
Nyatain cinta
Ciee , postingan gue tentang cinta-cintaan . cieee . ingat CINTA !! jangan ditambah BER- didepan CINTA ! sebagai jomblo laku dan juga sebagai cowok jadi-jadian , gue gak mau terus-terusan sendiri :) minimal punya pacarlah kalau gak dapat 1 , 2 boleh lah . lumayan .
Jadi dulu gue udah lama suka sama ini cewe , sebut saja beno . jadi gue suka beno ini udah sejak kelas 1 SMP . (cup cup masih kecil udah suka-sukaan) . tapi beno ini masih mau belajar dulu , gak mau pacaran . tapi gue selalu ngasi kode kalo gue suka beno . (tunggu-tuggu , nama beno ini kurang enak didengar). oke kita ganti saja nama beno ini jadi charice !
Udah berjuta kali kode gue kasi ke charice , misalnya : dulu gue gak bawa uang jajan , terus gue mendadak laper stadium akhir . gue halangin jalan si charice sambil memegang perut . tapi tetap saja charice tidak peka . dia bilang ke gue "KAMAR MANDI TU DISANA !" .
Gue gak nyerah gitu aja buat dapetin charice , charice ini salah satu cewek terfavourite di sekolah gue , yang ngincer dia juga banyak . tapi cuma gue yang pantes dari semuanya . *benerin bulu idung* . Akhirnya semakin lama - lama - lama sampai bulu hidung gue perlahan rontok dan beruban . akhirnya gue nyerah *kibarin bendera PBB* .
Gimana mau jadi pacarnya charice , kalo gue aja belum pernah nembak dia , gue mulai mencoba latihan bersama tim gegana dan densus 88 sebagai penembak jitu

Tanpa pikir pendek , gue akan nembak charice dengan cara yang unik . cara gue nembak si charice adalah dengan permen yang ada tulisannya gitu . sebelum pergi kesekolah , gue mampir kekantin , untungnya sekolahan masih sepi jadi gak akan ada yang minta permen yang mau gue kasi ke charice.
ada 5 permen dengan tulisan teromantis yang gue kasi . HAHA *ketawa setan* . pas istirahat pertama gue masukin semua permen itu , tapi bungkusnya aja . karena yg gue butuhin itu tulisan dibungkusnya bukan isinya . jadi isinya daripada rugi , mending gue isep dulu .
bungkus permen pertama bertuliskan "Tingkatkan prestasi!" (biar dia tau kalo gue selalu mendukung belajarnya dia )
bungkus permen kedua bertuliskan "utamakan sportifitas" (biar dia tau walaupun gue bersaing sama yang lain buat dapetin dia , gue tetap menjunjung sportifitas"
bungkus permen ketiga "jangan takut" (ini biar gue keliatan pemberani aja sih)
sampai ke bungkus permen keempat bertuliskan : im cool (agar dia seneng dekat-dekat gue , apalagi kalo dia lagi kepanasan)
kelima ... baru saja mau masukin bungkus permen yang kelima , dan dia tiba-tiba masuk kelas dengan nuduh gue buang sampah ditasnya dia . gue gak sempat jelasin . dan dia berlari pulang dengan tangisan karena tas penuh sampah. sejak itu dia jadi benci sama gue .
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Cut Here 8< - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
buat kalian yang pengen nyatain cinta , saran gue jangan dipendam-pendam malah makin sakit sendiri , nyatain aja .
"nyatain cinta gak harus cowok , cewek juga bisa . karena menyatakan rasa sayang itu hak semua orang, ya termasuk kamu"
dan ingat jangan nyatain pake permen! tapi coba dengan ini :
- PUISI
- BUNGA
- RASA PERHATIAN
udah ah , gue ngasi tips ngasi cara , tapi tetep aja gue yang jomblo . bye .
muah muah :*
wassalam,
(pakar cinta)
Rabu, 06 November 2013
Kisah Cinta Tak Selalu seperti di Film
Tak semua kisah berakhir seperti kisah Cinderella yang berakhir bahagia dan bahagia selalu. Setiap orang punya kisah-kisah cintanya sendiri. Berikut adalah beberapa kisah cinta menyakitkan yang sering terjadi.
Berawal dari Patah Hati
Cirinya: Anda menganggap dia sebagai pengalih perhatian dari rasa sedih akibat patah hati, atau hanya untuk menunjukkan pada si mantan bahwa Anda bisa mendapatkan penggantinya dengan cepat. Cinta ini potensial gagal karena kebanyakan orang yang baru patah hati sering kali belum bisa melupakan cinta masa lalunya. Tunggu beberapa waktu hingga Anda atau dia siap dan telah membuka hati untuk cinta yang baru.
Youre My Idol
Cirinya: Anda menjalin hubungan dengan seseorang yang Anda idolakan. Mungkin dia seseorang yang sangat populer. Mengapa hubungan seperti ini tidak akan bertahan lama karena biasanya sejak awal Anda sudah memiliki ekspektasi atau harapan yang begitu tinggi terhadap pasangan. Nah, begitu pada kenyataannya dia tidak sesempurna yang Anda bayangkan, Anda merasa kecewa. Ketika kekecewaan itu terus berulang, akan membuat hubungan menjadi ringkih dan sulit dipertahankan. Maka dari itu, jalinlah hubungan dengan seseorang yang memiliki chemistry sama, bukan karena Anda mengidolakannya.
Bertepuk Sebelah Tangan
Cirinya: Anda rela melakukan apa pun demi mempertahankan hubungan Anda dengannya. Berkorban perasaan pun rela Anda lakukan demi si dia tidak meninggalkan Anda. Hubungan seperti ini tentunya tidak sehat. Bisa jadi, kebaikan dan perhatian Anda justru akan dimanfaatkan oleh pasangan, atau Anda akan bersikap terlalu posesif padanya. Nah, hubungan seperti ini tentu tak akan berjalan dengan baik dan takkan membuat Anda bahagia.
Love Affair
Cirinya: Anda menjalin hubungan ketika Anda atau si dia sudah memiliki pasangan. Mengapa cinta seperti ini tidak akan berhasil karena ada perasaan orang lain yang tersakiti. Hal ini tidak sehat. Belum lagi kebohongan dan pengkhianatan yang mewarnai hubungan seperti ini. Tak ada yang bisa menjamin bahwa ia akan selamanya setia pada Anda. Orang yang pernah memutuskan untuk terlibat perselingkuhan biasanya cenderung akan mengulangi perbuatannya pada pasangan barunya.
Cinta Lokasi
Cirinya: Anda mengenalnya di suatu tempat, di mana Anda dan dia sama-sama sedang menyingkir dari kesibukan dan rutinitas. Mengapa cinta seperti ini tidak bertahan lama karena Anda dan dia sedang terjebak dalam suasana santai yang sifatnya sementara. Bisa jadi getar-getar itu hilang begitu Anda kembali pada rutinitas. Perkenalan yang terlalu singkat juga membuat Anda dan dia tak cukup saling mengenal diri masing-masing. Kenali dulu karakternya, baru Anda nyatakan cinta.
Sumber : http://female.kompas.com/read/xml/2010/11/20/12573783/Kisah.Cinta.Tak.Selalu.seperti.di.Film-12
Minggu, 27 Oktober 2013
Hal Hal konyol Yang Dilakukan Atas Nama Cinta
Hal-Hal konyol Yang Dilakukan Atas Nama Cinta - Cinta bisa bikin mata dan hati seseorang jadi buta. Demi bisa membahagiakan pasangan atau merebut hati seseorang, terkadang kita rela melakukan hal-hal konyol atau bodoh.
Namun anehnya, kita seringkali merasa bahwa apa yang kita lakukan tidak lah sebodoh atau sekonyol yang dikatakan orang.

Nah, berikut adalah tujuh hal konyol yang dilakukan manusia atas nama cinta.
1. Pura-pura mati saat melamar pasangan
Alih-alih melihat pasangan melamar dengan cara romantis, wanita ini justru disuguhi adegan menegangkan dan menyedihkan. Dia melihat kekasihnya bersimbah darah di parkiran dan diangkut ambulans.
Mobil kekasihnya juga tampak hancur dan ringsek. Si wanita menangis sejadi-jadinya dan beberapa saat kemudian, kekasihnya bangkit dan melamarnya.
2. Mengoperasi wajah agar terlihat mirip
Pasangan ini mungkin memiliki rasa cinta yang begitu besar. Bahkan cinta saja tak cukup untuk membuat mereka merasa saling mengasihi satu sama lain.
Untuk itu, pasangan suami-istri Neil dan Jacqueline Megson rela melakukan operasi plastik agar mereka terlihat sama secara fisik. Dengan demikian, rasa cinta mereka akan terasa lebih sempurna.
3. Berbuat nekad demi dapatkan hati mantan
Jordan Cardella, 20, memohon kepada temannya untuk menembaknya (dengan pistol!). Hal ini dilakukannya agar sang mantan merasa kasihan padanya. Jordan berpikir bahwa jika ia tertembak, mantan pacarnya akan merasa sangat kasihan dan mau kembali padanya.
Menariknya, Jordan meminta Michael, temannya, untuk menembaknya sebanyak tiga kali. Michael pun setuju dan kemudian menembak lengan Jordan.
4. Mengungkapkan cinta dengan kotoran sapi
Pria yang berprofesi sebagai seorang petani itu bernama Dick Kleis. Dia berusaha mengejutkan istrinya Carole dengan menuliskan kata-kata cinta di atas berton-ton kotoran sapi.
Ia berhasil mengumpulkan sekitar 56 kg dan meratakannya di ladang. Lalu Dick menuliskan kalimat Happy Bday, Luv U.
5. Menakuti pasangan agar tidak jadi bercerai
LB Williams rela melakukan apapun untuk membatalkan perceraiannya. Dia tampaknya tidak mau berpisah dengan istrinya, meski sang istri telah mengirimkan surat perceraian padanya.
Williams kemudian berusaha meneror sang istri dengan membakar dan melakukan perusakan di rumah mereka sendiri. Setelah itu, dia sengaja meninggalkan sebuah pesan yang berisi larangan kepada wanita itu untuk meninggalkan suaminya.
6. Tak jadi membunuh karena jatuh cinta pada korban
Maria Nilza Simoes memutuskan untuk berbuat nekad ketika mengetahui suaminya berselingkuh di belakangnya. Dia berkilah bahwa jika mereka bercerai, dia hanya mendapatkan setengah dari harta suaminya. Maria kemudian menyewa seorang mantan napi untuk membunuh pacar dari suaminya.
Pria itu bernama Carlos Roberto de Jesus. Namun siapa sangka, wanita yang hendak dibunuhnya, Lupita, adalah teman masa kecilnya. Dia tidak bisa membunuh gadis yang pernah berlari menuruni perbukitan dengannya semasa kecil, sehingga Carlos memutuskan untuk membohongi Maria dan meminta Lupita berpura-pura mati. Dia melumuri tubuh korbannya dengan saus tomat dan menancapkan pisaunya tepat di ketiak. Foto itu lantas dia bawa ke Maria sebagai bukti.
7. Hidup di gua demi cinta
Lima puluh tahun yang lalu, Liu Guojiang adalah seorang bocah 19 tahun yang jatuh cinta pada seorang janda yang lebih tua 10 tahun darinya. Tetapi karena ditentang oleh keluarga dan tidak tahan mendengar gosip yang beredar di kampungnya, dia memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggalnya bersama Zhaoqing, kekasihnya. Mereka memutuskan untuk melarikan diri ke sebuah gua di sisi gunung sebagai gantinya. Demi cinta, pasangan ini rela hidup di dalam gua yang dingin dan pengap.
Inilah hal konyol yang dilakukan manusia atas nama cinta. Cinta terkadang bisa memabukkan dan membuat kita terlena. Namun, alangkah lebih bijak untuk bisa melihat cinta tidak hanya dengan hati, tetapi juga logika.
[ source ]
ReadFull Article ..
Namun anehnya, kita seringkali merasa bahwa apa yang kita lakukan tidak lah sebodoh atau sekonyol yang dikatakan orang.

Nah, berikut adalah tujuh hal konyol yang dilakukan manusia atas nama cinta.
1. Pura-pura mati saat melamar pasangan
Alih-alih melihat pasangan melamar dengan cara romantis, wanita ini justru disuguhi adegan menegangkan dan menyedihkan. Dia melihat kekasihnya bersimbah darah di parkiran dan diangkut ambulans.
Mobil kekasihnya juga tampak hancur dan ringsek. Si wanita menangis sejadi-jadinya dan beberapa saat kemudian, kekasihnya bangkit dan melamarnya.
2. Mengoperasi wajah agar terlihat mirip
Pasangan ini mungkin memiliki rasa cinta yang begitu besar. Bahkan cinta saja tak cukup untuk membuat mereka merasa saling mengasihi satu sama lain.
Untuk itu, pasangan suami-istri Neil dan Jacqueline Megson rela melakukan operasi plastik agar mereka terlihat sama secara fisik. Dengan demikian, rasa cinta mereka akan terasa lebih sempurna.
3. Berbuat nekad demi dapatkan hati mantan
Jordan Cardella, 20, memohon kepada temannya untuk menembaknya (dengan pistol!). Hal ini dilakukannya agar sang mantan merasa kasihan padanya. Jordan berpikir bahwa jika ia tertembak, mantan pacarnya akan merasa sangat kasihan dan mau kembali padanya.
Menariknya, Jordan meminta Michael, temannya, untuk menembaknya sebanyak tiga kali. Michael pun setuju dan kemudian menembak lengan Jordan.
4. Mengungkapkan cinta dengan kotoran sapi
Pria yang berprofesi sebagai seorang petani itu bernama Dick Kleis. Dia berusaha mengejutkan istrinya Carole dengan menuliskan kata-kata cinta di atas berton-ton kotoran sapi.
Ia berhasil mengumpulkan sekitar 56 kg dan meratakannya di ladang. Lalu Dick menuliskan kalimat Happy Bday, Luv U.
5. Menakuti pasangan agar tidak jadi bercerai
LB Williams rela melakukan apapun untuk membatalkan perceraiannya. Dia tampaknya tidak mau berpisah dengan istrinya, meski sang istri telah mengirimkan surat perceraian padanya.
Williams kemudian berusaha meneror sang istri dengan membakar dan melakukan perusakan di rumah mereka sendiri. Setelah itu, dia sengaja meninggalkan sebuah pesan yang berisi larangan kepada wanita itu untuk meninggalkan suaminya.
6. Tak jadi membunuh karena jatuh cinta pada korban
Maria Nilza Simoes memutuskan untuk berbuat nekad ketika mengetahui suaminya berselingkuh di belakangnya. Dia berkilah bahwa jika mereka bercerai, dia hanya mendapatkan setengah dari harta suaminya. Maria kemudian menyewa seorang mantan napi untuk membunuh pacar dari suaminya.
Pria itu bernama Carlos Roberto de Jesus. Namun siapa sangka, wanita yang hendak dibunuhnya, Lupita, adalah teman masa kecilnya. Dia tidak bisa membunuh gadis yang pernah berlari menuruni perbukitan dengannya semasa kecil, sehingga Carlos memutuskan untuk membohongi Maria dan meminta Lupita berpura-pura mati. Dia melumuri tubuh korbannya dengan saus tomat dan menancapkan pisaunya tepat di ketiak. Foto itu lantas dia bawa ke Maria sebagai bukti.
7. Hidup di gua demi cinta
Lima puluh tahun yang lalu, Liu Guojiang adalah seorang bocah 19 tahun yang jatuh cinta pada seorang janda yang lebih tua 10 tahun darinya. Tetapi karena ditentang oleh keluarga dan tidak tahan mendengar gosip yang beredar di kampungnya, dia memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggalnya bersama Zhaoqing, kekasihnya. Mereka memutuskan untuk melarikan diri ke sebuah gua di sisi gunung sebagai gantinya. Demi cinta, pasangan ini rela hidup di dalam gua yang dingin dan pengap.
Inilah hal konyol yang dilakukan manusia atas nama cinta. Cinta terkadang bisa memabukkan dan membuat kita terlena. Namun, alangkah lebih bijak untuk bisa melihat cinta tidak hanya dengan hati, tetapi juga logika.
[ source ]
Langganan:
Postingan (Atom)